Ilmu Pelet Kholisoh

Sejarah Pelet Kholisoh

Sejarah Pelet Kholisoh – Kalau Kita Lihat Dari Sejarahnya Ilmu Ini Adalah Salah Satu Ilmu Pelet Atau Pengasihan Yang Amat Legendaris, Warisan Ulama Populer Dari Jazirah Arab Yang memiliki nama As-Syeikh Ibnu Haji At-Tilmisani Al Magribi, Di dalam Kitab Syumusul Anwar Dan Kitab Jawahirul Lama’ah Di Sebutkan Berkaitan Manfaat Serta Fungsi Dari Ilmu Pelet Kholisoh, Dan Tata Cara Mengamalkanya. 

Pada Kitab Tersebut Di Uraikan Pada Saat sebelum Memakai Ilmu Pelet Kholisoh Di Haruskan Melakukan Penyelarasan Terlebih Dulu Agar Bisa Mendapatkan Hasil Dan Merasakan Khasiat sebagaimana Yang Kita harapkan, Seandainya Ilmu Pelet Kholisoh Telah Selaras Dengan Yang Menggunakannya, Maka Dari Dalam Badannya Akan Memancarkan Daya Pesona, Sehingga Mampu Membuat Siapapun Orang Yang Memandang Akan Terpesona. 

Sementara Khasiat Utama Dari Ilmu Pelet Kholisoh Yaitu Buat Memikat Maupun Meluluhkan Hati Siapa saja Orang Yang Kita Harapkan, Agar Tumbuh Perasaan Cinta Dan Sayang Tulus kepada Kita.

Jadi Buat Anda Atau Siapa Saja Yang Pada Saat Ini tengah Mengalami Kesulitan Dalam Mendapatkan Seorang Kekasih Yang Di Dambakan, Sering Kali Mengalami Penolakan dari Orang Yang Di Cintai,  Atau Ingin Melunakan Sikap Kekasih Dambaan Yang Anda Harapkan, Agar Mau Menurut Dan Mengikuti Apapun Yang Anda Ucapkan, Maka Ilmu Pelet Kholisoh Sangat Layak Anda Coba.

Sejarah Ilmu Pelet Kholisoh

Ilmu Pelet Kholisoh Salah Satu Ilmu Pemikat Yang Sangat Terkenal Pada Masa Pemerintah Raja Harun Arasyid. Yang Mana Pada Masa Lalu Raja Harun Mempunyai Tiga Orang Permaisuri Yang Parasnya Sangat Cantik Dan Mengagumkan, Adapun Permaisuri Dari Raja Harun Pertama Bernama Ghadir, Permaisuri Yang Ke-2 Bernama Qut Qulub, Dan Permaisuri Yang Terahir Bernama Buhjah Abad. 

Raja Harun Arasyid Selain Mempunyai Permaisuri Yang Cantiknya Naudzu Billah Juga Mempunyai Seorang Budak Yang Wajahnya Berbanding Terbalik, Buruknya Sama Naudzu Billah Yang Bernama Marjanah, ( Nama Aslinya Kholisoh Marjanah Yang Memiliki arti Mutiara ) Sebagai Alam Laqob Atau Sapaan Yang Di Beri Oleh Raja Harun Al- Rasyid) 

Diantara Sekian Banyak Budak Yang Di Miliki Oleh Raja Harun Arasyid, Hanya Kholisoh Yang Mempunyai Wajah Sangat Buruk, Tetapi Aneh Dengan Paras Yang Demikian Tersebut, Kholisoh Sanggup Memukau Perhatian Dan Meluluhkan Hati Raja Harun Arasyid, Dari Tiga Permaisuri Yang Cantiknya Naudzu Billah, Berkat kekuatan Mistis Yang Di Miliki Oleh Kholisoh,

Pakar Ilmu Pelet Ampuh

Asal Sejarah Pelet Kholisoh

Asal Sejarah Pelet Kholisoh – Pada Suatu Hari Saat Kholisoh Tengah Pergi Jalan Jalan Kesebuah Tanah Lapang, Tanpa Di Berencana Dalam Sebuah Perjalanan Di Sana Kholisoh Menyaksikan Satu ekor Bangkai Kuda, Yang Di Kerumuni Oleh Sekumpulan Binatang Buas, Yang membuat Kholisoh terkejut Binatang Buas Tersebut Dari Tadi Tidak Mampu Memakan Bangkai Kuda Tersebut.

Dengan Penuh Rasa Keingintahuan, Kholisoh Lantas Berusaha Memberanikan Melangkah mendekati Bangkai Kuda Tersebut, Guna Mencari Tahu Atas Keanehan Yang di lihatnya Tersebut, Pada Saat Mendekati Bangkai Kuda Tersebut Kholisoh melihat Sebuah Benda Menggantung Di Kepalanya.

Selanjutnya Dengan Penuh Rasa Keingintahuan Lantas Kholisoh Berusaha Untuk Mengambil Benda Yang tergantung di kepala kuda, Dan Ternyata Benda Itu Hanya Sebuah Gulungan Wafak Atau Azimat, Dan Pada Saat Kholisoh Telah Menjauh Dari Bangkai Kuda Itu, Maka Binatang Buas Dengan Cepat Melahap Satu Ekor Bangkai Kuda Tersebut, Yang Sebelumnya Hanya Dapat Mengerumuni Tanpa Bisa Menyantapnya.

Dalam Hati Kholisoh Membatin, “Bisa saja Benda Ini Yang Menyebabkan Binatang Buas Tidak Berani Menyantap Kuda Yang Mati Tersebut”

Setelah Memperoleh Benda Itu ( Azimat Ilmu Pelet Kholisoh ), Kholisoh Langsung Bergegas Kembali. Di Waktu Melalui Halaman Istana, Dari Kejauhan Raja Harun Al- Rasyid, Melihat Kholisoh Melintas, Lantas Pada Akhirnya Raja Memanggilnya.

“Hai, Kamu Sini…!” Panggil Sang Raja,

Kholisoh Terpaksa Berhenti, Kemudian Sembari Munduk-Munduk Berjalan Ke Hadapan Baginda Yang Sore Itu Sedang Duduk-Duduk Di Serambi Istana.

Kamu Siapa? Tanya Baginda,

Dengan Hormat Kholisoh Pun Menjawab,

“Saya Kholisoh Baginda, Budaknya Baginda”.

Dalam Hati Sang Raja Penasaran Dan Bergumam, (Masa Iyaa Sih Ini Si Kholisoh, Perasaan Si Kholisoh Ini Orangnya Wwireng, Tur Wwwwelek, Kok Jadi Tambah Kinclong  Ayu And Semok Yah).

Dari Pertemuan Inilah Raja Harun Akhirnya Terkena Pengaruh Kekuatan Magis, Yang Terdapat Pada Azimat Tersebut ( Ilmu Pelet Kholisoh ), Pada Akhirnya Detik Berganti Menit, Menit Berganti Jam, Raja Harun Dimabuk Cinta ( Terkena Pengaruh Kekuatan Ilmu Pelet Kholisoh ) Tak Bisa Tidur Semalaman. Khamer Asmara Agaknya Telah Mengganggu Pikirannya, Sore Tadi Seorang Budak Wanita Telah Merebut Segenap Hatinya. Tanpa Disadari Malam Itu Energi Jimat Sedang Menjalar Keseluruh Bagian Tubuh Sang Raja.

Keesokan Harinya, Sang Raja Akhirnya Memanggil Kholisoh, Kemudian Berterus Terang Bahwa Dia Sangat Mencintainya. Akhirnya Terjalinlah Sebuah Hubungan Antara Raja Dan Budak.

Dulu Orang Hanya Bisa Beranggapan
Cintanya Laksana Pungguk Merindukan Bulan
Jika Sang Isim Sudah Tergenggam
Kata-Kata Bijak Hanyalah Bualan

Singkat Cerita,Karena Raja Harun Sudah Terkena Pengaruh Dari Daya Kekuatan Magis Yang Terdapat Pada Jimat Pelet Kholisoh, Sehinga Sangat Wajar Sekali Jika Kholisoh Pun Pada Akhirnya Menjadi Seorang Wanita Yang Teramat Dicintai Oleh Raja Harun, Segala Permintaannya Pasti Akan Dikabulkan Oleh Sang Raja, Meskipun Statusnya Adalah Hamba Sahaya, Kehidupannya Seperti Ratu Yang Bebas Merdeka, Bergelimang Harta Emas, Mutiara, Permata Dan Sebangsanya. Keinginan Dan Tindakannya Selalu Di Amini Oleh Sang Raja, Kemanapun Kholisoh Pergi Disitu Sang Raja Selalu Setia Mengiringi, Dimata Sang Raja Kholisoh Bagaikan Marjan (Ratna Manikam) Yang Harus Selalu Dipegang.

Karena Pengaruh Daya Kekuatan Ilmu Pelet Yang Sudah Merasuk Kedalam Diri Sang Raja, Membuat Sang Raja Agaknya Sangat Takut Jika Sang Ratna Diambil Orang. Sampai-Sampai Ketiga Permaisuri Yang Cantiknya Naudzubillah Pun Sering Tak Diindahkan. Semua Orang, Baik Panglima Dan Pujangga Istana Pun Tak Ada Yang Dihiraukan. Tak Terkecuali Abu Nawas

Suatu Hari Abu Nawas Masuk Ke Istana, Menghadap Sang Raja Untuk Mendendangkan Bait-Bait Madah (Syair Pujian) Untuk Sang Raja. Tak Seperti Biasanya, Sang Raja Kali Ini Tidak Menghiraukan Pujian Abu Nawas, Perhatiannya Hanya Tercurah Pada Kholisoh Yang Selalu Disampingnya. Puluhan Bait Syair Madah Yang Keluar Dari Mulut Abu Nawas Hanya Manjing Kuping Tengen Metu Kuping Kiwa. Merasa Tidak Dihiraukan, Abu Nawas Pun Menghormat Untuk Pamit Pulang Sambil Mendendam Rasa Kecewa. Ketika Melewati Pintu Gerbang Istana Abu Nawas Berhenti Kemudian Menulis Sebuah Bait Syair Di Pintu Gerbang Tersebut :

لقدْ ضاعَ شعري على بابكمْ *** كما ضاعَ حلي على خالصة

Sungguh! Syairku Hilang Di Gerbang Istanamu
Sebagaimana Hilangnya Permata Karena Kholisoh

Keesokan Harinya, Istanapun Dibuat Gempar ….., Karena Ada Yang Melapor, Apa Yang Sudah Dilakukan Abu Nawas Akhirnya Sampai Ke Telinga Kholisoh. Merasa Tersindir, Dengan Syair Hija (Puisi Pelecehan), Kholisohpun Mengadu Kepada Raja. Ia Meminta Agar Sang Raja Memancung Abu Nawas Karena Telah Melecehkan Dirinya.

Mendengar Aduan Dari Kekasih Hatinya, Sang Raja Pun Marah Dan Akan Menghukum Pancung Pada Abu Nawas. Lalu Dipanggillah Si Abu Nawas Untuk Di Interogasi Dan Dikonfirmasi Sebelum Eksekusi Hukuman Dilakukan.

Abu Nawas Memenuhi Panggilan Dan Juga Mendengar Bahwa Akibat Coretan Syair Hija Dipintu Gerbang Istana Itu, Ia Akan Menerima Hukuman Pancung. Antara Takut Dan Rasa Tegar Si Abu Nawas Memenuhi Panggilan Raja. Ketika Akan Melewati Pintu Gerbang, Abu Nawas Berjalan Sambil Mendekat Ke Daun Pintu Yang Terdapat Coretan Syair Hijanya, Pelan Dan Pasti Ia Pun Berjalan Pelan Sembari Tangannya Menghapus Perut Huruf Ain Yang Ada Di Dua Lafadz ضاعَ .

Syair Yang Semula Berbunyi

لقدْ ضاعَ شعري على بابكمْ *** كما ضاعَ حلي على خالصة

Kini Berubah Menjadi

لقدْ ضاءَ شعري على بابكمْ *** كما ضاءَ حلي على خالصة

Akhirnya, Sampailah Si Abu Nawas Di Depan Singgasana Raja. Disana Ia Melihat Alat-Alat Untuk Persiapan Eksekusi Hukuman Pancung Pada Dirinya. Interogasi Dilaksanakan.

“Hai Abu Nawas, Kenapa Kamu Melecehkan Kholisoh?”

“Saya Tidak Melecehkan Kholisoh, Sungguh Paduka….!”

(Sang Raja Sangat Geram Dengan Kemarahannya)

“Haah.., Jangan Mangkir!, Dipintu Gerbang, Kamu Kan Yang Menulis

لقدْ ضاعَ شعري على بابكمْ *** كما ضاعَ حلي على خالصة ,

(Dengan Tenang Dan Hati Tegar Abu Nawas Menjawab)

“Sungguh Saya Tidak Menulis Itu Yang Mulia, Yang Saya Tulis Adalah

لقدْ ضاءَ شعري على بابكمْ *** كما ضاءَ حلي على خالصة

(Sungguh! Syairku Bercahaya Di Gerbang Istanamu,

Sebagaimana Bercahayanya Permata Karena Kholisoh).

Sang Raja Yang Tadinya Mukanya Merah Padam…, Akhirnya Menjadi Putih Cerah Bersinar Dan Sambil Tersenyum Sang Raja Berkata Pada Petugas Eksekusi ”Batalkan Pemancungan Untuk Abu Nawas” Sementara Semua Orang Yang Hadir Disitu Hanya Bisa Menganga Menyaksikan Kecerdikan Si Abu Nawas Yang Mashur Namanya.

Sejarah Ilmu Pelet Kholisoh

Dalam Kitab Mu’jam Al-Buldan Karya Yaqut Al-Hamawi, Abu Ali Al-Naisyaburi Menilai Persitiwa Ini Sebagai Peristiwa Lathif Al-Ikhtira’ (Coining Of Word) Atau Daya Cipta Luar Biasa Yang Hanya Bisa Dilakukan Oleh Ahli Sastra Tingkat Tinggi.

Abu Ali Berkata : بيت قُلعتْ عينه فأَبصر (Hanya Dengan Mengulik Huruf Ain Menjadi Hamzah, 180 Drajat Sikap Sang Raja Berubah..!”)

Hari Berganti Hari, Lamanya Waktu Tak Terasa Telah Berlalu. Sehingga Pada Suatu Hari Kholisoh Jatuh Sakit, Segenap Tabib Istana Sudah Dipanggil Untuk Mengobatinya. Tapi Apalah Artinya Obat Jika Kematian Sudah Menjadi Suratan Dari Yang Maha Kuasa. Akhirnya Kholisoh Pun Meninggal Dunia. Dipanggillah Seorang Perempuan Ghasilah Untuk Mengurus Dan Memandikan Jenazah Kholisoh, Kepada Ghasilah Ini Sang Raja Berpesan Untuk Tidak Buru-Buru Mengkafani Kholisoh Sampai Ia Bisa Memandang Wajah Kholisoh Untuk Yang Terakhir Kalinya.

(Kata Ghasilah Sendiri Diambil Dari Akar Kata Ghasala Yang Berarti Mandi, Kemudian Mengalami Reduksi Makna Menjadi Perempuan Yang Berprofesi Mengurus Mayit). Jenazahpun Akhirnya Dimandikan. Ketika Si Ghosilah Melepas Ikatan Rambut Kholisoh, Ia Menemukan Sebuah Benda ( Azimat Ilmu Pelet ) Yang Ternyata Adalah Jimat Itu, Lalu Azimat Tersebut Diambilnya Dan Diselipkan Dirambutnya Sendiri.

Setelah Pekerjaannya Selesai, Kemudian Rajapun Diperkenankan Melihat Jenazah Untuk Yang Terakhir Kalinya, Ketika Sang Raja Memandang Wajah Jenazah, Sontak Raut Mukanya Berubah, Sambil Buru-Buru Memalingkan Muka, Pandangan Sang Raja Akhirnya Tertubruk Pada Sosok Perempuan Ghosilah Yang Sudah Mengenakan Azimat Tersebut. Seketika Tanpa Rasa Sungkan Sang Raja Bertanya,

“Apakah Kamu Wanita Yang Masih Sendiri Apa Sudah Bersuami?”

“Suami Hamba Telah Meninggal Baginda”

“Sungguh Aku Suka Melihatmu Dan Aku Ingin Kamu Menjadi Isteriku”

“Aduh Baginda Jangan Becanda”

“Tidak, Aku Serius”

Singkat Cerita Setelah Jenazah Kholisoh Dimakamkan, Sang Raja Pun Menikahi Perempuan Ghosilah Tadi. Seperti Yang Terjadi Pada Kholisoh Dulu, Ghosilah Pun Begitu Sangat Disayang Dan Dimanja Oleh Sang Raja. Ia Kini Menjadi Permaisuri Raja Yang Akhirnya Dikarunia Dua Orang Anak.

Sehingga Suatu Hari, Ratu Ghosilah Sakit, Ia Meminta Dipertemukan Dengan Seorang Syekh Yang Bernama Nuruddin Al-Ashfahani, Lalu Dipanggilah Syekh Untuk Menghadap. Ketika Sang Syekh Berada Di Kamarnya, Ratu Ghosilah Memberikan Jimat Ini Kepada Sang Syekh, Sambil Berkata,

“Sesungguhnya Benda Ini ( Azimat Ilmu Pelet Kholisoh ) Kepunyaan Kholisoh, Aku Mengambilnya Ketika Memandikan Jenazahnya Dulu”

Lalu Ia Pun Bercerita Panjang Lebar Dari Awal Sampai Akhir. Sang Ratu Meminta Kepada Syekh Nuruddin Menyalinnya Menjadi Dua Yang Nantinya Diberikan Kepada Kedua Anaknya. Pada Syekh Sang Ratu Berpesan.

“Salinlah Benda Ini Syekh, Berikanlah Kepada Para Muslimin Yang Memang Membutuhkannya, Jangan Dihalangi, Meskipun Begitu Janganlah Anda Memberikan Benda Ini Ke Sembarang Orang, Cegahlah Dari Tangan-Tangan Wanita Lacur, Orang-Orang Yang Tidak Takut Kepada Allah. Karena Di Dalamnya Tersurat Ismul A’dzam”.

Cerita Ini Akhirnya Tersebar Kepenjuru Negeri, Konon Waktu Itu Untuk Mendapatkan Salinan Benda Tersebut Seseorang Harus Menebusnya Sampai Seribu Dinar Istilah Orang Sekarang Menyebutnya Dengan Istilah Mahar

Disclamer : Ilmu Pelet Kholisoh Hanya Lah Sebuah Asebab, Untuk Membantu Menjawab Masalah Yang Anda Hadapi, Adapun Hasil Dan Manfaat Yang Anda Dapatkan Semata Mata Hanya Sebuah Pertolongan Dan Karunia Dari Tuhan, Atas Kesungguhan Dan Keikhlasan Anda Dalam Beriktiar.Setiap Manfaat Dan Khasiat Yang Di Rasakan Oleh Setiap Individu Bisa Jadi Berbeda Beda.

Isi Yang Terdapat Pada Azimah Ilmu Pelet Kholisoh Tsb Adalah 4 Ayat Mahabbah ( Memiliki Kandungan Ilmu Pelet ) Dari 4 Surat Dalam Al-Qur’an, 19 Asma’ Mahabbah ( Pelet ), 4 Nama Malaikat Muqorrbin, 4 Nama Malaikat Pemimmpin Malaikat Khodam Ruhani.

Pakar Ilmu Pelet Ampuh

Berikut Ini Beberapa Manfaat Positif Dari Beberapa Klien Kami Yang Pernah Menggunakan Pelet Kholisoh ;